Percaya atau tidak Ini adalah kalimat pertama yang mempunyai pengaruh besar kepada saya hingga akhirnya memilih untuk jatuh hati kepada sepak bola khususnya kepada AC. Milan…
Ya…inilah kalimat yang sering kali saya dengar pada saat Seri-A Italia bergulir di musim 1998/1999 yang mencatatkan AC. Milan sebagai nomor satu di Italia saat itu. Ini adalah saat ketika saya mulai ketagihan menyaksikan pertandingan sepak bola terutama yang melibatkan AC. Milan.
Dari sekian banyak pemain besar yang berjasa bagi Milan kala itu seperti Maldini, Boban, Weah, Bierhoff dll, ada satu sosok yang menarik perhatian saya dan mungkin sebagian pendukung Milan lainnya saat itu, muda, berbadan jangkung, sedikit membungkuk, gaya Slank-ngean yang terkesan malas malasan, rambut tipis kebotak botakan (hahahahaha..mulai ngelantur..) dan dia adalah Christian Abbiati!!!
Lahir di kota Milan tepatnya di Abbiategrasso 8 juli 1977, pria bertinggi badan 191 cm ini memulai karier professionalnya di klub kecil Italia, Monza, sebelum akhirnya ditarik AC. Milan di musim 1998/1999 yang saat itu diarsiteki oleh Alberto Zaccheroni. Dia ditempatkan untuk menjadi pelapis bagi kiper utama Milan Sebastiano Rossi, memulai debut dengan seragam merah hitam di usia 21 tahun tepatnya 17 januari 1999 saat itu ia masuk menggantikan Sebastiano Rossi di menit ke 92. sejak saat itu ia langsung menarik perhatian publik Itali dan para pendukung Milan dengan penampilan gemilangnya di bawah mistar dan selama beberapa tahun pula Ia menjadi penjaga gawang utama I Rossonerri sebelum akhirnya Ia mengalami cedera di musim 2002/2003 dan Dida yang kala itu menggantikannya bermain dengan apik dan pelan pelan nama Abbiatipun tenggelam...(kalau menurut hemat saya yang menolong performa Dida kala itu adalah kenyataan bahwa saat itu barisan pertahanan Milan dihuni oleh para pemain handal sekaliber Nesta, Stam dan Maldini).
Berbagai masalah pun silih berganti menerpanya salah satunya yang mungkin sangat fatal adalah saat Abbiati dituduh mengritik Dida dan pelatihnya Carlo Ancelotti di dalam situs pribadinya walaupun jelas jelas Ia menolak semua tuduhan itu, semua masalah itu tampaknya mempengaruhi penampilannya di lapangan dan Ia pun dipinjamkan ke beberapa klub seperti Juventus, Torino dan terakhir Atletico Madrid sebelum akhirnya Milan menariknya kembali di awal musim ini seiring dengan menurunnya performa dua kiper utama Milan, Nelson Dida dan Zelijko Kalac.
dan dia sangat senang dengan keputusan ini karena yang ada dihatinya adalah Milan dan bisa kembali berseragam merah hitam adalah kebanggaan dan kebahagiaan, Milan tempat dimana dia pertama kali dikenal dunia, memiliki banyak keluarga dan teman disana, banyak orang yang mencintainya disana, ini seperti sebuah perjalanan panjang bagi seorang pahlawan untuk kembali lagi kerumahnya...
Sekarang Ia telah membuktikan kualitasnya yang sesungguhnya dengan penampilannya yang konsisten sepanjang musim ini ditengah penampilan Milan yang justru sedang terpuruk.
Ia pun telah buktikan bahwa yang dibutuhkan Milan bukanlah seorang pemain bintang sekaliber Sebastian Frey, Marco Amelia, Petr Cech, Iker Casillas atau Gianluigi Buffon sekalipun...
Yang dibutuhkan Milan hanyalah ketenangan, ketangguhan, kehebatan dan kesederhanaan yang lahir dari kesabaran dan kesetiaan seorang Christian Abbiati pada AC. Milan...
Jadi..pasang mata dan telinga anda, dan bersiaplah untuk lebih banyak mendengar...
“Greaat savee by Abbiatiiii...!!!”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar